Awas jangan bermain Pokemon Go di kawasan Pemerintahan atau Militer

 Di Indonesia ternyata juga terjadi demam pokemon go. dan sepertinya pemerintah khawatir jika permainan pokemon go beserta peta nya akan berimbas pada penggunaan tempat tempat strategis kawasan militer ataupun pemerintahan yang akan dijadikan tempat permainan pokemon go.
 untuk itu beberapa hari lalu google menemui menkominfo untuk membicarakan masalah tersebut.
berikut beberapa kutipan nya.

 Rudiantara meminta pihak Google agar tidak menyematkan objek vital nasional dalam layanan pemetaan yang terkait dengan game. Objek yang dimaksud misalnya, sarana dan prasarana militer. Salah satu game yang sedang ramai dan memakai layanan pemetaan dari Google adalah Pokemon Go. Di dalamnya terdapat Pokestop yang diletakkan di berbagai gedung dan tempat. Rudiantara khawatir jika lokasi objek vital nasional justru menjadi lahan bermain, baik oleh pemain Pokemon Go atau permainan berbasis peta Google lain. “Kementerian juga akan bekerja sama dengan Kementerian dan Lembaga untuk mengidentifikasi objek vital nasional tersebut,” terang pria yang biasa disapa Chief RA ini melalui keterangan resmi   Google pun menyatakan siap bekerja sama dengan Menkominfo untuk memenuhi permintaan itu. Rencananya, perusahaan asal Amerika Serikat ini akan mendekati para penyedia permainan berbasis Maps dan menyampaikan permintaan tersebut. Selain Pokemon Go, dalam pertemuan itu juga dibicarakan mengenai Palapa Ring, proyek pemerintah untuk membuka akses internet di berbagai pelosok Tanah Air. Seiring dengan rencana ini, pemerintah merasa perlu mengajak Google bekerja sama dalam hal pengawasan konten internet hingga aplikasi. Chief RA berharap agar aplikasi hingga konten yang disediakan oleh Google, termasuk juga penyedia lainnya, bisa bebas dari muatan negatif. Hal yang dimaksud negatif antara lain berupa pornografi. “Karena itu kita perlu meningkatkan kerja sama dengan Google,” pungkasnya.


No comments:

Post a Comment